Selamat Hari Ibu, para malaikat yang berwujud manusia :)
Love you mamah :*
postingan ini saya buat memang berhubungan dgn momen hari ibu, dan juga saya sempet membaca dan kemudian terinspirasi dari tulisan yg dimuat di @detikblog , saya lupa yg nulis siapa..hehe,
tanpa mengesampingkan peran seorang ayah, saya pikir peran ibu merupakan tokoh sentral dlm keluarga, bahkan dalam kehidupan secara general..Sampai-sampai Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa ibu sebagai sosok yg harus dihormati sebanyak 3x.
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
well..sedemikian besarlah peran seorang ibu..
Dan tentu saja, insya Allah sebagai seorang wanita, kita akan menuju ke tahap seperti itu. Berkeluarga, menjadi seorang istri dan ibu. Mengurus rumah tangga, melayani suami dan menyiapkan anak2 menjadi generasi yg lbh hebat. Well, bukankah doa anak yg soleh itu merupakan salah satu amalan yg ga akan pernah putus??
di sinilah pertanyaan saya muncul, menjadi seorang ibu rumah tangga "sempurna" bukanlah pekerjaan yg mudah. Mengikuti perkembangan anak jg perkara yg gampang. Lantas, bagaimana dngn para ibu yg punya pekerjaan lain di luar urusan rumah tangganya?
apakah mereka salah krna menghabiskan wktu siang bahkan malam demi membantu mencari sesuap nasi? apakah mereka salah krna mempersiapkan sedari dini segala kemungkinan dari perpisahan, baik perceraian ataupun kematian, mereka dngn suami mereka?
apakah mereka jg salah krna bekerja dalam rangka mengembangkan kemampuan yg mrka miliki atau bahkan merupakan hasil kerja keras mereka sendiri?
jika anda menjawab, "ya sudah, profesi yg paling baik buat perempuan itu yaa jadi guru"
lantas..apakah semua wanita mesti jadi seorang guru untuk benar2 menjadi ibu yang baik? kalau mamah saya iya, hehe :) tp saya juga pernah menemukan seorang guru yg menurut saya belum bisa jadi ibu yg baik (maaf, jika ada guru yg tersinggung, tapi maksud pendapat saya adalah tidak perlu menggeneralisir profesi yg dibebankan pada seorang wanita)
sebenarnya, saya merupakan tipe penganut wanita karier. Bagi saya karir bukan hanya soal arogansi wanita pribadi, tp lbh pada pengembangan diri dan persiapan mengahadapi segala kemungkinan. Saya adalah tipe orang yg msti punya suatu rutinitas untuk menjaga "move" nya saya. Karna kadang-kadang waktu senggang yg terlalu panjang malah tidak membuat saya kreatif atau malah jadi malas bergerak. Well, itulah saya :)tapi saya juga ga pernah mengesampingkan peran utama saya kelak, saya juga ingin punya keluarga sakinah mawadah warohmah..
honestly, saya sebenarnya masih bingung dngn topik seperti ini, tapi saya punya pemikiran menjadi ibu sekaligus wanita karier memang susah, tp pasti ada jalan kan?! Bismillah :)
ngeposting tulisan ini, rasa-rasanya kok berasa tua ya?! haha...baru masuk dunia kerja aja pikirannya kemana-mana,haha...
well, seenggaknya saya ingin berbagi dan mngkin berdiskusi tentang bentuk tanggung jawab seorang wanita, semoga kita tak hanya bermanfaat bagi lingkungan keluarga, tpi juga bagi lingkungan sekitar..
whatever your choice, let's shine ladies .. see you at the top :)


No comments:
Post a Comment